Lima Etika Mempekerjakan Teman dan Keluarga

      No Comments on Lima Etika Mempekerjakan Teman dan Keluarga

full-56c1a2c406562Memanfaatkan koneksi untuk maju di dunia bisnis bukanlah trik baru, namun adakah garis yang menentukan pantas tidaknya bantuan kerabat atau teman dalam karier? Kekhawatiran akan dicap pilih kasih atau nepostisme tidak harus membuat Anda langsung memblokir teman dan keluarga dari posisi di tempat kerja. Jika menurut Anda mereka pantas mengisi posisi tersebut, kenapa tidak? Agar jauh dari isu negatif, perhatikan dan praktekkan lima etika ini ketika Anda berniat mempekerjakan orang terdekat Anda.

1. Cek Peraturan Perusahaan
Perusahaan berskala besar umumnya memiliki peraturan khusus mengenai mempekerjakan kerabat dekat, jadi pastikan Anda tidak melanggar aturan meski Anda hanya merekomendasikan mereka. Jangan lupa juga untuk menimbang perkara budaya perusahaan. Misalnya jika menghormati senioritas dan hierarki merupakan nilai yang dijunjung tinggi di perusahaan Anda, silahkan pertimbangkan lagi sebelum ‘menyelip antrian’. Untuk amannya, pastikan kerabat atau teman Anda menjalani proses hiring normal seperti kandidat lain pada umumnya.

2. Pastikan Mereka Punya Keahlian dan Pengalaman Yang Relevan
Kami paham bahwa Anda memprioritaskan hubungan baik dengan teman dan keluarga di atas segalanya, namun memasuki ranah profesional, Anda perlu berpikir secara rasional. Anda boleh saja membantu mereka dengan sedikit kelonggaran atau tips agar surat lamaran mereka melewati HR, namun jika mereka tidak mempunyai latar belakang yang sesuai, bukan hanya mereka dan pihak perusahaan saja yang mengalami kesulitan; kredibilitas Anda pun jadinya terancam.

3. Bicarakan Aturan Terlebih Dulu
Sebelum menerima kerabat atau teman untuk bergabung di tempat kerja Anda, sisihkan waktu untuk bicara serius mengenai beberapa aturan mendasar, seperti bagaimana cara Anda berkomunikasi di tempat kerja dan apa-apa saja tanggung jawab yang harus mereka emban. Satu hal yang penting adalah untuk saling ingat dan paham bahwa hubungan Anda dengan mereka bukanlah sesuatu yang dapat digunakan sebagai alasan atau kartu bebas dari masalah saat bekerja nanti.

4. Hindari Menjadi Supervisor Langsung
Sebisa mungkin, jangan menjadi supervisor langsung untuk anggota keluarga atau teman Anda tersebut. Jika Anda punya wewenang di tempat kerja, coba atur agar mereka berada di bawah pengawasan manajer atau penyelia dan bukan hanya melapor pada Anda. Selain menghindari gosip kantor, mereka juga akan berkesempatan mendapat beragam pengalaman dan mentorship dari individu senior lain.

5. Tetapkan Standar Tinggi
Untuk menghindari cibiran dan desas-desus Anda pilih kasih, tetapkan bahwa Anda akan memperlakukan keluarga atau teman sama dengan pegawai lainnya. Selain itu, Anda juga perlu sedikit lebih berhati-hati saat bereaksi terhadap kesalahan maupun keberhasilan mereka di tempat kerja. Jika ia berprestasi, beri penghargaan sepantasnya dan di saat Anda merasa ingin memberi kelonggaran atau menutup sebelah mata ketika mereka melakukan kesalahan, tetaplah teguh dan ingat bahwa apa yang Anda lakukan semata-mata hanya untuk kebaikan mereka di masa depan.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *